Minggu, 26 Agustus 2012

SEKILAS STATISTIK SMA KELAS XII IPS


APPLIED STATISTICS
Oleh :
Elmiyana (Guru SMA Negeri 1 Tanjungpandan)
Garmawandi (Guru SMA Negeri 2 Tanjungpandan)


Lebih dari 100 tahun lalu, H.G. Well, salah seorang penulis dan sejarawan berkebangsaan Inggris, mengatakan bahwa suatu hari nanti pola pikir kuantitatif akan menjadi hal yang penting dalam menciptakan kewarganegaraan yang efektif, sama pentingnya dengan kemampuan untuk membaca. Well tidak menyebutkan apapun mengenai bisnis, karena Revolusi Inggris baru saja dimulai. Pendapat Well ada benarnya, walaupun “pengalaman bisnis”, beberapa “prakiraan yang bijaksana” dan “intuisi” merupakan suatu hal yang harus dimiliki menejer-menejer sukses, masalah-masalah bisnis saat  ini cenderung terlalu kompleks untuk pengambilan keputusan jenis ini saja.

Salah satu perangkat yang digunakan untuk membuat keputusan adalah statistika. Statistika tidak hanya digunakan dibidang bisnis saja, kita semua menerapkan konsep-konsep statistika dalam kehidupan.

Kuliah statistika teknik biasanya membutuhkan pemahaman kalkulus. Kuliah statistika di fakultas bisnis dan pendidikan biasanya lebih menekankan penerapannya. Anda harus mampu memahami konsep-konsep matematika dalam buku ini, apabila anda telah menyelesaikan aljabar di sekolah menengah.

Mengapa Statistik Dibutuhkan dalam Begitu banyak Bidang !
Secara umum menurut Douglas G. Lind, William G. Marchal dan Samuel A. Wathen dalam bukunya Statistical Techniques in Business and Economics, edisi ke-13 (2009), ada beberapa hal mengapa statistika dibutuhkan atau dipelajari dalam mata kuliah atau dibanyak bidang, antara lain :

1)      karena informasi numerik terdapat dimana-mana;
2)     bahwa teknik-teknis statistika digunakan untuk membuat keputusan yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari, atau dengan kata lain , mempengaruhi kesejahteraan pribadi kita;
3)     karena pengetahuan tentang metode statistic akan membantu anda memahami bagaimana keputusan dibuat dan member anda pemahaman yang lebih baik mengenai bagaimana suatu keputusan mempengaruhi anda.

Terlepas dari apapun pekerjaan yang anda pilih, anda akan mendapati diri anda berhadapan dengan keputusan-keputusan yang membutuhkan pemahaman mengenai analisis data.

Dalam membuat keputusan yang sarat informasi, anda harus bisa :
1.     Menentukan apakah informasi yang ada memadai, atau dibutuhkan informasi tambahan;
2.     Mengumpulkan informasi tambahan, apabila perlu, dalam cara sedemikian rupa hingga tidak ada hasil yang menyesatkan;
3.     Merangkum informasi dengan cara yang bermanfaat dan informative;
4.     Menganalisis informasi yang tersedia; dan
5.     Menarik kesimpulan dan mengambil keputusan sambil menilai resiko dari kesimpulan yang salah.

Metode statistic akan memberikan anda kerangka kerja tentang proses pengambilaan keputusan.

Kesimpulannya, ada 3 alasan kita untuk mempelajari statistika, yaitu a) data terdapat dimana-mana, b)teknik-teknis statistic digunakan untuk membuat banyak keputusan yang mempengaruhi kehidupan kita,dan  c) tidak peduli apapun pekerjaan anda, anda akan membuat keputusan professional yang melibatkan data. Pemahaman tentang metode statistic akan membantu anda mengambil keputusan dengan efektif.

Difinisi Statistik
Kata statistika mempunyai dua arti, dalam penggunaan lebih umum, statistika mengacu kepada informasi numerik. Jadi yang dimaksud dengan statistika (statistics) adalah kumpulan informasi-informasi numeric. Kumpulan informasi-informasi itu kemudian dipresentasikan dalam bentuk grafik. Dengan grafik akan membantu kita menangkap perhatian pembaca dan untuk menggambarkan sejumlah besar informasi.

Jadi secara singkat yang dimaksud dengan :


STATISTIKA  adalah ilmu tentang pengumpulan, pengaturan, analisis, dan penafsiran data untuk membantu proses pengambilan keputusan (Lind, et.all, 2009, page 5)
 

Sementara menurut Drs. Muh. Adnan Hadjam, MA (Dosen FEB MM UGM, untuk pengasuh Mata Kuliah Applied Statistics di Program S2) mendifinisikan, STATISTIK adalah sebuah metode pengambilan keputusan yang berbasis pada numerical data yang dimungkinkan terjadinya kesalahan

                                    Metode Pengambilan Keputusan

Statistik                      Berbasis Numerical data (bahwa yang diolah adalah data)

                                    Dimungkinkan terjadinya kesalahan

Dari difinisi di atas, langkah pertama untuk menyelidiki masalah adalah mengumpulkan data yang relevan. Data harus disusun dalam beberapa cara dan mungkin dipresentasikan dalam bentuk diagram. Data yang tersusun, baru kemudian kita dapat menganalisis dan menafsirkannya.

Data yang diambil harus diolah secepatnya, dikarenakan akan mempengaruhi pengambilan keputusan. Apabila terjadi kelambatan dalam pengolahan data, maka keputusan yang diambil tidak lagi relevan dengan keadaan saat itu (artinya data yang diolah sudah kadaluarsa)

Statistik hanyalah mengolah data angka, dan tidak akan mengolah data-data yang bukan angka atau yang bersifat lainya.

Kemungkinan Kesalahan dalam Pengambilan Keputusan
Maksudnya adalah :
a)     Jika metode yang dilakukan sudah benar, data sudah benar, analisis data sudah benar, maka kecil kemungkinan terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan.
b)     Jika terjadi kesalahan pengambilan keputusan, di mana pengambilan keputusannya dilakukan karena datanya suda kadaluarsa (tidak cocok atau tidak sesuai dengan waktunya lagi).
 
Data
Adalah informasi yang dapat dipercaya kebenarannya.

Bila data atau informasi yang diperoleh diragukan kebenarnya, maka data tersebut tidak boleh dan tidak dapat digunakan dalam statistic. Artinya, data atau informasi yang benar-benar memiliki kebenaran yang hanya boleh dijadikan data untuk data statistic.

Data Estimasi
Biasanya suatu data yang diperoleh dalam statistic itu masih berupa data estimasi, yaitu data yang mendekati kebenarannya, namun tidak akan merubah angka yang sebenarnya (berdasarkan populasinya).
Contoh :
1)     Gaji seseorang PNS Golongan IV.a per bulannya sebesar Rp 4.226.400,00 sesuai dengan stroke atau tanda bukti diterima setiap bulannya.
2)     Namun jika kita tanyakan pada seseorang yang menjadi responden, berapa gajinya setiap bulan, maka dia kan menjawab, gaji saya sebesar Rp 4.500.000,--
3)     Pernyataan Gaji sebesar Rp 4.500.000,00 itu disebut data estimasi, yaitu suatu data yang mendekati kebenaran sebenarnya.

Data Outlayer
Yaitu data yang menyimpang dari data estimasi, namun penyimpangannya tidak akan terlalu jauh.
Penyimpangan data outlayer berupa penyimpangan terlalu rendah atau penyimpangan terlalu tinggi, namun penyimpangannya tidak signifikan.
 
Sampel dan Responden
Dalam memilih sampel sebagai responden harus bersifat acak atau random, dan tidak ada unsure suatu kepentingan tertentu yang akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan. Pun misalnya yang dipilih sebagai sampel adalah seseorang yang berkepentingan, itu dianggap suatu kebetulan dengan peneliti dan tidak akan mempengaruhi penelitian.

Jenis-jenis Statistika
Ilmu Statistika biasanya dibagi menjadi 2 kategori yaitu 1) Statistika Deskriptif, dan 2) Statistika Inferensial.

Statistika Deskriptif yaitu Mentode mengatur, merangkum dan mempresentasikan data dengan cara informative.
Statistika Deskriptif biasanya ditampilkan secara sederhan, dimana data dilakukan pengaturan, presentasi dan analisis. Cabang statistika ini biasanya dikenal dengan sebutan Statistika Deskriptif.

Cabang ilmu Statistika kedua adalah Statistika Inferensial (inferential Statistics) atau sering juga disebut inferensi Statistik (statistic inference) adalah menemukan sesuatu mengenai populasi dari sampel yang diambil dari populasi tersebut.

STATISTIKA INFERENSIAL Metode yang digunakan untuk mengestimasi sifat populasi berdasarkan sampel.

Makna Populasi (population) terdiri atas PERSEORANGAN. Atau mungkin juga populasi terdiri dari OBJEK. Jadi makna populasi dalam sebuah statistika tidak lah selalu mengacu kepada orang.


POPULASI Keseluruhan individu atau objek tertentu atau ukuran yang diperoleh dari semua individu atau objek tertentu.

Yang menarik mengenai populasi, kita biasanya mengambil sampel (sample) dari populasi tersebut.
Yang dimaksud dengan SAMPEL (sample) adalah Bagian dari suatu populasi.

JENIS-JENIS VARIABEL
Terdapat dua jenis variable yang mendasar dalam statistia yaitu (1) variabel kualitatif, dan (2) variable kuantitatif.

Ketika karakter yang dipelajari bersifat non-numerik, karakter tersebut disebut VARIABEL KUALITATIF (qualitative variable) atau sebuah ATRIBUT (attribute).

Contoh :  gender, afiliasi agam, jenis mobil yang dimiliki, tempat kelahiran, dan warna mata.
Berapa persen populasi yang memiliki mata biru ?
Berapa banyak umat katholik dan protestan di Yogyakarta.
Data Kualitatif biasanya sering dirangkum dalam bentuk DIAGRAM dan GRAFIK BATANG.

Ketika variable yang diteliti dapat dilaporkan secara NUMERIK, Variabel tersebut disebut VARIABEL KUANTITATIF (quantitative variable).

Contoh Variabel Kuantitatif yaitu Saldo rekening pada bank, umur presiden perusahaan, waktu hidup batere mobil, jumlah anak dalam sebuah keluarga.

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar